Cara Membasmi Rayap Menggunakan Pestisida Dianggap Kurang Aman, Apa Sebabnya?

Penggunaan pestisida saat ini tak terbatas hanya di bidang pertanian saja. Anda bisa menemukan penerapan penggunaan pestisida dalam penanganan hama di hunian, bidang kesehatan maupun perkantoran. Penggunaan pestisida dinilai lebih praktis dan lebih ampuh daripada menerapkan cara tradisional dalam menangani hama seperti rayap, nyamuk, semut maupun kecoa. Meski cara membasmi rayap menggunakan pestisida dinilai lebih cepat dan ampuh, namun cara ini memiliki dampak negatif pada kesehatan dan lingkungan terutama dalam penggunaan yang berlebihan.

Pestisida terbuat dari bahan kimia yang berpotensi mengakibatkan kontaminasi pada ekosistem di sekitarnya termasuk manusia, hewan dan tanah pertanian. Risiko kontaminasi ini berpeluang terjadi apabila terdapat interaksi langsung antara pestisida dengan kulit manusia, melalui pernafasan atau tertelan.Cara membasmi rayap menggunakan pestisida dalam takaran yang tidak sesuai aturan dikhawatirkan bisa menyebabkan keracunan akut pada manusia. Iritasi kulit, infeksi kulit, kulit melepuh, kebutaan mata, kerusakan pada syaraf, hingga memicu timbulnya kanker merupakan beberapa risiko penggunaan pestisida yang berlebihan.

Itulah sebabnya pestisida harus diaplikasikan sesuai dengan takaran. Cara membasmi rayap menggunakan pestisida dengan takaran yang pas dan dalam frekuensi yang tidak terlalu sering bisa mengurangi risiko negatif yang bisa terjadi. Penggunaan sarung tangan, masker maupun kacamata saat mengaplikasikan pestisida bisa dilakukan untuk mengurangi risiko keracunan maupun terpapar pestisida secara langsung. Jangan lupa untuk mencuci tangan dan kaki setelah mengaplikasikan pestisida agar sisa-sisa racun yang menempel tak mengendap di kulit.